Sabtu, 18 April 2026

Polisi Terima Dua Laporan Terkait Dugaan Penipuan SK ASN, Salah Satunya dari Pejabat Pemkab Gresik

Photo Author
Ahmad Hilmi, Klik Media Network
- Kamis, 16 April 2026 | 12:50 WIB

Kapolres Gresik didampingi Kasi Humas saat memberikan tanggapan penipuan sk asn (Istimewa)
Kapolres Gresik didampingi Kasi Humas saat memberikan tanggapan penipuan sk asn (Istimewa)

Gresik - Kasus dugaan penipuan SK ASN yang di lingkup Pemkab Gresik masih dilakukan penyelidikan oleh polisi.

Terbaru, Polres Gresik telah menerima 2 laporan terkait dugaan penipuan Surat Keputusan atau SK ASN.

"Kami laporkan perkembangan yang kami lakukan penyelidikan tentang SK palsu maupun penipuan terkait masyarakat yang mendapatkan mis informasi soal PNS," kata Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: Asyik Ngopi hingga Ngemall Saat Jam Kerja, Belasan ASN di Gresik Diciduk Satpol PP

Saat ini, lanjutnya, pihaknya sudah menerima dua laporan, yang pertama dari Kepala BKPSDM atau pejabat Pemkab Gresik terkait dugaan pemalsuan dokumen di kasus tersebut.

"Dan selanjutnya dari salah satu masyarkat yang dirugikan secara material yang mana sudah melakukan pembayaran terhadap terduga pelaku yang memberikan janji ataupun SK palsu tersebut," tambahnya.

Ia mengatakan saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap beberapa nama yang diduga sebagai terduga pelaku.

Baca Juga: Waduh! Kades dan Lurah Diduga Juga jadi korban Penipuan SK ASN di Gresik

"Mudah-mudahan bisa segera kami ungkap," terangnya.

Kapolres Gresik juga mengimbau kepada korban terkait disinformasi penerimaan CPNS untuk menghubungi Cak Rama.

"Segera lapor ke Polres Gresik untuk membuat laporan sehingga kami mendapat informasi yang jelas dari masyarakat terkait penipuan ini," tandasnya.

Baca Juga: Tak Hanya di Lingkup Pemkab Gresik, Korban Penipuan SK ASN Juga Masuk ke Kantor Camat Driyorejo, Begini Modusnya

Informasi dihimpun, penipuan SK ASN palsu di Gresik itu memakan belasan korban. Terduga pelaku menggunakan modus kepada korban untuk menggantikan ASN yang mengundurkan diri.

Tanpa mengikuti tes atau daftar lewat jalur resmi, terduga pelaku menawarkan SK ASN dengan meminta korban membayar hingga ratusan juta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ahmad Hilmi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X